KNPS Dorong Kepala Daerah Alokasikan Dana Makanan Bergizi Gratis

Komite Nasional Pencegah Stunting (KNPS) menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memerangi masalah stunting yang semakin mengkhawatirkan.

Di antaranya KNPS mendorong pemerintah daerah mendukung program Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dengan mengalokasikan anggaran khusus bagi penyediaan makanan bergizi gratis bagi anak-anak dan ibu hamil.

Sebab KNPS berpandangan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik anak, tetapi juga mempengaruhi perkembangan kognitif dan produktivitas di masa depan.

“Program makanan bergizi gratis ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan nutrisi yang cukup, terutama di daerah yang rawan stunting,” ujar Ketua Umum KNPS, David dalam keterangannya, Kamis (15/8).

Selain itu, KNPS Indonesia juga meminta seluruh penjabat kepala daerah mengalokasikan anggaran untuk program makan bergizi gratis pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2024 dan APBD 2025.

“Dengan begitu program bisa dijalankan secara berkelanjutan,” kata David.

David berharap program makan bergizi gratis untuk anak bisa menjadi program prioritas di seluruh wilayah Indonesia, dan bukan hanya program dari pemerintah pusat saja.

“Karena masalah stunting adalah masalah kita bersama” kata David.

KNPS juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta, untuk bersinergi dalam upaya pencegahan stunting.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif,” tutup David. rmol news logo article

KNPS Lakukan Penyuluhan Stunting Lewat Mendongeng di PAUD

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 21,6% pada 2022. Angka ini turun 2,8 poin dari tahun sebelumnya. Adapun hasil SSGI merupakan salah satu sarana untuk mengukur target stunting di Indonesia. Sebelumnya, SSGI diukur 3 tahun sekali sampai 5 tahun sekali. Kemenkes mengatakan, mulai 2021 SSGI dilakukan setiap tahun.

Menyikapi hal itu, Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) melakukan penyuluhan stunting kepada anak-anak PAUD di daerah Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Penyuluhan ini dilakukan dengan metode mendongeng untuk membiasakan orang tua aktif dalam pencegahan stunting.

Dalam penyuluhan tersebut, Ketua Umum KNPS David menyampaikan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Stunting dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak, kecerdasan, dan produktivitas anak di masa depan.

Untuk mencegah stunting, David mengimbau orang tua untuk memberikan asupan gizi yang cukup dan seimbang, menjaga kebersihan lingkungan, serta memberikan stimulasi psikososial yang memadai.

“Kami memilih metode mendongeng dalam penyuluhan ini karena kami ingin melibatkan orang tua secara aktif,” kata David. Melalui mendongeng, orang tua dapat memberikan pesan-pesan pencegahan stunting kepada anak-anak mereka. Tidak hanya itu, secara makro dampak yang ditimbulkan dari stunting adalah lambatnya pertumbuhan ekonomi, meningkatnya angka kemiskinan, dan terjadinya ketimpangan sosial.

Dalam penyuluhan tersebut, David dan Tim KNPS mendongeng tentang seorang anak yang mengalami stunting. Dalam cerita tersebut, anak tersebut berhasil tumbuh sehat dan cerdas setelah mendapatkan asupan gizi yang cukup, kebersihan lingkungan yang terjaga, dan stimulasi psikososial yang memadai.

Penyuluhan stunting ini disambut baik oleh orang tua dan anak-anak PAUD. Mereka berharap penyuluhan ini dapat meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya pencegahan stunting. “Penyuluhan ini sangat bermanfaat,” kata salah satu orang tua PAUD. “Saya jadi tahu cara mencegah stunting dengan benar.”

KNPS akan terus melakukan penyuluhan stunting di berbagai daerah di Indonesia. Penyuluhan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting.

Sambangi Kemenkes RI, KNPS Sumbang Ide Penurunan Stunting Nasional Hingga 80 Persen

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) sambangi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dalam kunjungannya, diterima oleh Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (23/10/2023) kemarin.

Di kesempatan kali ini, Menkes di temani oleh Dirjen Kesmas Kemenkes yakni dr. Maria Endang Sumiwi, MPH dan beberapa jajaran yang membidangi tentang Stunting.

Dalam audiensi itu perwakilan komite nasional pencegahan stunting dihadiri oleh David selaku ketua umum, Octaviani Pertiwi wakil ketua umum, Yulius Wahyu wasekjend dan dr. Ngabila Salama serta dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD(K) selaku dewan penasihat KNPS Indonesia.

David mengatakan bahwa menteri kesehatan menyambut baik berdirinya organisasi KNPS yang memfokuskan pada kerja kerja nyata dalam pencegahan Stunting di Indonesia.

“Pertemuan dengan menteri kesehatan beserta jajaran pejabat di Kemenkes ini sangatlah baik untuk kami, dan pada pertemuan tadi kami memberikan ide gagasan tentang konsep penurunan stunting nasional bisa sampai 80,8 % dengan melibatkan partisipasi perokok aktif serta laporan tentang kegiatan yang pernah KNPS lakukan selama 2 bulan ini,” ujar David dalam keterangan resminya seperti dikutip TeropongNews, Selasa (24/10/2023).

Kemudian, David menambahkan, dirinya sangat mengapresiasi kinerja kemenkes, karena kepedulian dan fokus kepada masalah stunting sangat tinggi. Beberapa hal diantaranya, menurut David, dengan disiapkannya anggaran oleh pemerintah dalam penanganan stunting.

“Dengan adanya alokasi anggaran cukup besar yang telah disiapkan oleh pemerintah untuk pelaksanaan penanganan stunting,” jelas David.

Lebih lanjut, KNPS juga menyampaikan ide gerakan gotong royong penurunan stunting hingga 80% yang dapat diterapkan oleh Kementerian Kesehatan secara mudah dan efektif.

Menutup pertemuan tersebut, Menteri Kesehatan menyampaikan optimisme dapat memenuhi target Presiden Jokowi persoalan penurunan stunting di Indonesia.

“Terkait penurunan stunting di tahun 2024 sebesar 14% melalui kerja bersama lintas stakeholder,” tutup Budi.

Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) Ajak Pemuda Mencegah Stunting dan Kampanye Antirokok di Seluruh Indonesia

Ketua Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) David Hamka beserta relawan melakukan aksi sosialisasi dan edukasi pencegahan Stunting di jakarta pada Sabtu 30/9/2023. Dalam kegiatan sosialisasi ini KNPS melakukan pembentangan spanduk, poster dan juga membagikan celengan cegah Stunting kepada masyarakat. David mengatakan bahwa Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) adalah sebuah organisasi baru yang terdorong pada kepedulian tingginya angka Stunting di indonesia.

Menurut David bahwa pencegahan dan pengendalian Stunting bukan hanya tugas pemerintah saja tetapi dari unsur pemuda juga harus terlibat aktif dalam program nasional tersebut. Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada Rapat Kerja Nasional BKKBN, Rabu (25/1) dimana prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di 2022.

Presiden Joko Widodo pada rapat kerja tersebut menargetkan prevalensi Stunting turun menjadi 14 % pada tahun 2024 nanti, tentunya dengan target tersebut diperlukan kolaborasi antar pemerintah dan masyarakat untuk menyukseskan target tersebut. Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) telah terbentuk di 15 Provinsi se Indonesia dengan mempunyai program utama adalah menginfluence para perokok aktif untuk mengurangi konsumsi rokok untuk di belikan produk berprotein tinggi yakni telur. KNPS juga sudah dilakukan sosialisasi masif melalui berbagai kanal media sosial. Kami KNPS akan terus bergerak untuk negeri dan siap mengawal semua program pemerintah di bidang pencegahan Stunting agar generasi indonesia 2045 bisa bersaing di dunia global “tutup David.

Dr. Ngabila Salama, MKM selaku dewan penasihat KNPS dan juga staf teknis komunikasi transportasi kesehatan Kemenkes RI menyatakan cegah stunting untuk mencerdaskan Indonesia, persiapan bonus demografi dan menuju Indonesia Emas 2045. Jika sudah ketemu stunting sangat terlambat dan sulit disembuhkan dan dikembalikan kecerdasannya karena ini sudah stadium 4. Stadium 1 ada weight faltering, stadium 2 gizi kurang, stadium 3 gizi buruk, dan stadium 4 stuting. Kita berencana melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan RI untuk sinkronisasi program stunting oleh pemuda yang langsung turun aksi nyata ke lapangan, sesuai arahan Bapak Presiden, Pak Jokowi untuk memperbanyak kegiatan di lapangan.

Salah satu peran kunci adalah “pasukan akar rumput”: kader, RT, RW, tokoh agama dan masyarakat, tidak terkecuali pemuda.

KNPS akan melakukan edukasi terkait empat cara penting pencegahan stunting yaitu:

1. Cukupkan kebutuhan protein hewani keluarga (anak dan ibu) dengan mengurangi belanja rokok. 1 batang rokok = 1 butir telur. Protein hewani bisa dipenuhi dengan cara yang tidak mahal: telur, ikan, ayam, daging, susu, hati ayam dan sapi, dll

2. Siapkan fisik dan mental calon ibu yang baik, agar terhindar dari anemia, berbagai penyakit, dan memahami cara pola asuh yang baik termasuk pentingnya ASI eksklusif

3. Melengkapi imunisasi GRATIS dari pemerintah ada 15 jenis

4. Melakukan deteksi dini di posyandu per bulan baik di pos RW, PAUD, daycare, dll Selain membawa pesan utama zero stunting, KNPS juga mendukung penuh langkah Menkes RI sebagai Bapak Gerakan anti Stunting Indonesia (BGS Indonesia) untuk mengentaskan stunting di Indonesia. Untuk mengetaskan masalah kesehatan utama di Indonesia stunting, kolaborasi pentaheliks dibutuhkan dimana pemerintah penjahit utama kolaborasinya. Empat unsur lainnya pelaku usaha / swasta, masyarakat, akademisi, dan pers / media.

dr. Ngabila Salama, MKM

Praktisi Kesehatan Masyarakat / Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta / Anggota Kelompok Kerja Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat untuk Program Kesehatan Prioritas Kemenkes RI/ Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kemenkes RI

 

Dukung Program Prabowo Subianto, Gekrafs dan KNPS Gelar Makan Bergizi Gratis untuk 600 Siswa SMP di Jaktim

Jakarta, tvOnenews.com – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) dan Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) melaksanakan uji coba makan bergizi gratis di SMP Nurul Iman, Matraman, Jakarta Timur. Ketua Gekrafs, Kawendra Lukistian mengatakan, pihaknya berinisiatif menggelar kegiatan tersebut dalam rangka mendukung program Presiden terpilih Prabowo Subianto, makan bergizi gratis. “Jadi, semangatnya Presiden terpilih Pak Prabowo Subianto kita implementasikan secara inisiatif di masyarakat sekarang ini walaupun Pak Prabowo belum dilantik, tapi kita sudah lakukan makan siang bergizi gratis,” kata Kawendra dalam keterangan tertulis, Selasa (27/8). Kawendra menjelaskan bahwa kegiatan makan bergizi gratis itu diterima sekitar 600 siswa SMP Nurul Iman. “Karena pencegahan stunting itu sama-sama menjadi tanggung jawab kita sebagai anak bangsa, dan perbaikan gizi anak-anak bangsa menjadi tanggung jawab kita sebagai orang Indonesia,” ujar Kawendra.

Adapun kegiatan makan bergizi gratis yang dilaksanakan Gekrafs dan KNPS di sekolah tersebut itu senilai Rp15 ribu per porsinya dengan menu nasi, telur, teriyaki, sayur, dan buah.

Kawendra menambahkan, pihaknya bakal melaksanakan kegiatan serupa di sekolah lainnya. “Alhamdulillah tadi senang banget lihat adik-adik. Mereka bilang kalau program ini berjalan nanti uang jajannya bisa ditabung. Artinya ada kebahagian dari penerima manfaat secara langsung,” ujar Kawendra. (dpi)